Beberapa macam jenis fumigasi

Beberapa macam jenis fumigasi

Beberapa macam jenis fumigasi

Fumigasi merupakan sebuah pengendalian hama yang dilakukan dengan melakukan pelepasan gas  dengan bahan kimia yang biasa disebut sebagai fumigan, beberapa macam jenis fumigasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya pengasapan yang dilakukan pada sebuah gudang penyimpanan ataupun container yang dimiliki oleh perusahaan. Tujuan dari dilakukannya fumigasi sendiri yaitu dengan tujuan agar hama mati melalui system pernafasannya yang dihirup dari gas beracun yang disebarkan dari fumigant,  fumigant sendiri merupakan bahan kimia yang diatur dalam sebuah tekanan dan dosis tertentu dalam bentuk asap ataupun gas dengan tujuan mematikan hama.

Selain sangat beracun dan mematikan hama, fumigant juga memiliki daya penetrasi yang sangat fleksibel sehingga dapat menembus pada celah-celah kecil manapun yang di dalamnya terdapat hama, adapun beberapa jenis fumigasi yang biasanya dilakukan antara lain, fumigasi ruangan, (space fumigation) yang merupakan penyebaran gas beracun pada keseluruhan ruangan  misalnya saja dilakukan pada silo, kapal, container dan lain sebagainya, dan yang kedua adalah fumigasi di bawah sungkup plastic. (under plastic sheet fumigation) teknik ini biasanya dilakukan  pada ruangan yang di dalamnya hanya terbatas di dalam komoditas yang di fumigasi saja.

Adapun gas yang biasa digunakan dalam jenis fumigasi adalah methyl bromide (CH3Br) yang merupakan gas  sangat terkenal di beberapa Negara untuk melakukan proses fumigasi, bahkan termasuk di Negara Indonesia sendiri biasanya proses fumigasi dilakukan dengan menggunakan gas methyl bromide. Gas ini digunakan karena nilai ekonomis dan penggunaannya lebih efektif pada penyedia jasa fumigasi.  Gas ini akan berubah menjadi racun untuk semua jenis hama yang berada di dalam suatu komoditi pangan. Gas lain yang biasa digunakan sebagai fumigasi adalah phosphine, gas ini  merupakan teknologi alternative yang diguankan dalam melakukan fumigasi, penggunaanya sudah banyak digunakan di Indonesia. Namun ada juga kekurangan yang terdapat di dalam proses fumigasi menggunakan gas phostoksin ini, karena prosesnya yang cukup lama dengan waktu 3×24 jam dibandingkan dengan menggunakan gas methyl bromide.

 

Related posts: